HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MEDAN TELADAN PERIODE DESEMBER 2024 – JANUARI 2025

Authors

  • Marlina Elfa Lubis Dosen Stikes Mitra Sejati Jl. M. Basir No. 16 Pangkalan Mansyur Medan Johor Sumatera Utara
  • Alamsyah Lukito Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara, Jl. STM No. 77, Medan, Indonesia
  • Elvina Dianitha Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara, Jl. STM No. 77, Medan, Indonesia
  • Aidil Yuridzaky Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara, Jl. STM No. 77, Medan, Indonesia
  • Gapoor Y. Kiram Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara, Jl. STM No. 77, Medan, Indonesia

Keywords:

Efek Rokok, Perilaku Merokok, Tuberkulosis Paru.

Abstract

Indonesia menempati peringkat kedua di dunia yang memiliki estimasi kasus Tuberkulosis (TB) baru sebanyak 1.060.000 kasus dengan kematian mencapai 134.000 per tahun. Kasus baru tuberkulosis di Indonesia ditemukan mengalami peningkatan dari 724.309 kasus (2022) menjadi 820.789 kasus (2023). Pada Tahun 2024, Sumatera Utara menempati urutan ke-3 sebagai provinsi dengan kasus TB terbesar dengan estimasi sebanyak 74.434 kasus. Kasus tertinggi ada di Kota Medan yaitu sebanyak 3.775 kasus. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang berisiko terinfeksi kuman tuberkulosis, salah satunya adalah perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan kejadian penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Medan Teladan. Metode penelitian berupa analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi berupa 52 orang pasien yang TB paru yang berobat ke Puskesmas Medan Teladan pada 23 Desember 2024 sampai 11 Januari 2025, dan sampel yang memenuhi kriteria dipilih dengan metode consecutive sampling yaitu sebanyak 34 orang. Mayoritas responden berdasarkan perilaku merokok pada penelitian ini merupakan kategori perokok berat, dengan lama merokok lebih dari 10 tahun, usia mulai merokok diatas 10 tahun, dan menggunakan rokok jenis filter. Analisis bivariat dengan uji Somer’s D menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan kejadian penyakit TB Paru dengan nilai p=0,471 (>0,05) maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan kejadian penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Medan Teladan.

Downloads

Published

2025-02-19

How to Cite

Lubis, M. E. ., Lukito, A. ., Dianitha, E. ., Yuridzaky, A. ., & Kiram, G. Y. (2025). HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MEDAN TELADAN PERIODE DESEMBER 2024 – JANUARI 2025 . Jurnal Kesehatan Deli Sumatera, 3(1), 1–7. Retrieved from https://jurnal.unds.ac.id/index.php/ksds/article/view/426