PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN TULANG PADA LANSIA DI PUSKESMAS DATARAN TINGGI

Authors

  • Sapta Dewanti Akademi Keperawatan Kesdam I/BB Binjai
  • Adi Wijaya Akademi Keperawatan Kesdam I/BB Binjai
  • Tirsa Asyifa Ramadhani Akademi Keperawatan Kesdam I/BB Binjai

Abstract

Lansia atau yang lebih kita kenal sebagai lanjut usia adalah suatu proses kejadian penuaan yang pasti dialami oleh individu dan ditandai dengan penurunan fungsi organ pada tubuh seperti otak, hati, ginjal, jantung maupun peningkatan kehilangan jaringan aktif pada tubuh berupa otot tubuh. Hal tersebut terjadi karena adanya pengurangan jumlah dan kemampuan sel tubuh sehingga kemampuan jaringan tubuh tersebut untuk mempertahankan fungsi secara normal menjadi tidak ada, akhirnya tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang dialami (Fatmah, 2010). Penyebab osteoporosis dipengaruhi oleh berbagai faktor dan pada individu bersifat multifaktoral seperti gaya hidup tidak sehat, kurang gerak, tidak berolahraga serta pengetahuan mencegah osteoporosis yang kurang akibat kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari mulai anak-anak sampai dewasa, serta kurangnya asupan kalsium. Maka kepadatan tulang menjadi rendah sampai terjadinya osteoporosis. Kegiatan diikuti peserta 50 orang. Peserta berjenis kelamin perempuan usia tertua 63 tahun. Hasil pemeriksaan kepadatan tulang dengan cara melihat T-Score yang didapat. Hasil pengukuran kepadatan tulang berdasarkan usia, diketahui bahwa (44,35%) peserta mengalami kecenderungan osteoporosis yakni dengan hasil T-Score yang didapat ≥ -2,5, (55,64%) peserta mendapatkan T-Score < -2,5. Kesimpulan Penyuluhan dan pemeriksaan kepadatan tulang merupakan penapisan awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari seseorang yang apabila terjadi komplikasi dapat menurunkan kualitas hidup. Dari kegiatan ini, peserta akan mendapat informasi yang berharga dalam rangka mengatur pola hidup dan pola makan yang baik sehingga dapat mempertahankan nilai kepadatan tulang dalam batas normal. Kegiatan ini diikuti 50 peserta, 44,35% peserta kemungkinan mengalami gejala osteoporosis.

Keywords: Lansia, Pemeriksaan, Kesehatan Tulang

References

Biostatistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, EGC, Jakarta Everett, Suzanne. 2007.

Buku Saku Kontrasepsi dan Kesehatan Seksual reproduktif, Ed.2. Penerjemah Nike Budhi Subekti. Jakarta: EGC Ginting, Rosnani. 2010.

Sistem Produksi. Yogyakarta: GRAHA ILMU. Glasier, A., dan Gebbie, A. (2005).

Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Jakarta : EGC Handayani, Sri. 2010.

Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Heffner, L dan Schust, D, 2006. At a Glance

Sistem Reproduksi, Edisi 2, Alih Bahasa Vidhia Umami. Jakarta: Erlangga Hurlock, E. 2004. Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Silitonga.J, 2019.

Deteksi dan Cegah Osteoporosis. Pondok Indah. Manuaba. 2010.

Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC Mochtar Rustam, 2008, Sinopsis Obstetri, Jakarta: EGC. Notoatmodjo, S. 2007.

Ilmu Kesehatan Masyarakat, Edisi Revisi, Jakarta: Rineka Cipta. Nursalam. 2008.

Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Salemba Medika, Jakarta Saifuddin. 2006.

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Sarwono. 2010.

Ilmu Kebidanan. Edisi 4. Jakarta : P.T Bina Pustaka. Prawihardjo. 2010.

Ilmu Kandungan. Jakarta: YBP-SP Varder, 2006.

Buku ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4. Jakarta: EGC Widyastuti, Yani dkk. 2009.

Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya. Wiknjosastro, Hanifa. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka

Downloads

Published

2023-07-27